TSN || Mataram, NTB – Kesadaran tertib berlalu lintas terus ditanamkan Polda NTB sejak usia pelajar. Melalui Subdit Kamsel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas), kepolisian menggelar penyuluhan dan sosialisasi tata tertib lalu lintas kepada siswa dan siswi Pondok Pesantren Al Mubarok, Rembige, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Rabu (02/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya preemtif dan preventif kepolisian dalam membangun budaya tertib berlalu lintas dari lingkungan pendidikan. Para pelajar diberikan pemahaman mengenai tata cara berkendara yang aman, aturan lalu lintas, serta berbagai persyaratan yang wajib dipenuhi oleh setiap pengendara.
Dalam penyuluhan itu, personel Ditlantas Polda NTB menyampaikan materi secara edukatif dan mudah dipahami, dengan harapan para siswa tidak hanya mengetahui aturan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kabid Humas Polda NTB, Mohammad Kholid, mengatakan edukasi lalu lintas kepada kalangan pelajar merupakan langkah penting untuk membentuk kesadaran sejak dini.
Menurutnya, pengetahuan mengenai keselamatan dan tata tertib berlalu lintas perlu diberikan sebelum para pelajar aktif menjadi pengguna kendaraan di jalan raya.
“Penyuluhan dan sosialisasi kepada para pelajar ini merupakan langkah preemtif, preventif, sekaligus edukasi dini agar masyarakat mengetahui dan memahami aturan serta tata cara berlalu lintas. Dengan begitu, diharapkan tumbuh kesadaran untuk senantiasa menaati aturan,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid.
Ia menegaskan, edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah NTB. Sebab, berbagai kecelakaan yang menimbulkan fatalitas selama ini tidak jarang diawali oleh pelanggaran maupun ketidakdisiplinan pengguna jalan.
“Upaya ini dilakukan semata-mata untuk mencegah dan menekan tingkat kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah NTB. Kita ketahui, kecelakaan yang menyebabkan fatalitas sebagian besar dipicu oleh pelanggaran lalu lintas. Karena itu, penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sejak dini dalam beraktivitas menggunakan kendaraan di jalan raya,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Ditlantas Polda NTB berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Kesadaran untuk tertib berlalu lintas diharapkan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi turut menjadi kebiasaan dalam setiap aktivitas di jalan raya.
Dengan menanamkan budaya keselamatan sejak bangku sekolah, kepolisian optimistis terciptanya Kamseltibcar Lantas di NTB dapat diwujudkan secara berkelanjutan sekaligus menekan risiko kecelakaan yang mengancam keselamatan masyarakat.
( R—- TSN)






