Telsra, – Lombok Timur — NTB, Komandan Kodim (Dandim) 1615/Lombok Timur Letkol Inf Hadiyansyah, S.I.P., melaksanakan silaturahmi sekaligus memberikan pembinaan dan motivasi kepada warga binaan pemasyarakatan di Lapas Kelas IIB Selong, Senin (14/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas IIB Selong, Jalan TGH. Zainuddin Abdul Majid No. 199, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, tersebut turut dihadiri Kepala Lapas Kelas IIB Selong Sudirman, Amd, IP., SH., M.I.Kom., Kasdim 1615/Lotim Mayor Inf Fahmi, para Perwira Staf dan Danramil jajaran Kodim 1615/Lotim, serta Danunit Inteldim 1615/Lotim Letda Arm Muslihin Yadi.
Kedatangan Dandim bersama rombongan disambut Kepala Lapas dan jajaran. Dalam kesempatan tersebut, Dandim berdialog langsung dengan para warga binaan yang juga mengikuti pembinaan keagamaan di Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Selong menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Dandim 1615/Lotim. Ia berharap kehadiran Dandim dapat memberikan manfaat serta motivasi bagi para warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.
Dalam wejangan yang disampaikan dengan suasana penuh kekeluargaan, Dandim menekankan bahwa para warga binaan bukanlah orang yang gagal, melainkan tetap merupakan bagian penting dari keluarga yang sangat dicintai dan dinantikan kepulangannya.
“Rekan-rekan sekalian adalah kebanggaan keluarga. Kepulangan kalian dari tempat ini sangat ditunggu-tunggu oleh keluarga. Jadikan tempat ini sebagai tempat untuk menimba ilmu, memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pesan Dandim.
Dandim juga mengajak para warga binaan menjadikan salat lima waktu sebagai fondasi kehidupan. Ia membagikan pengalaman pribadinya mengenai pentingnya menjaga salat, berdoa, menghormati orang tua, serta senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah SWT.
Menurutnya, waktu Subuh dapat menjadi awal untuk memohon rida Allah dalam menjalani hari, Zuhur menjadi momentum memohon ampunan, Asar sebagai waktu untuk memperbanyak doa, sedangkan Magrib dan Isya menjadi waktu untuk bersyukur serta melakukan introspeksi diri.
Dandim turut mengingatkan para warga binaan agar tidak melupakan jasa dan perasaan orang tua, khususnya ibu. Ia mengajak mereka menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Kalau kita ingin dihargai dan disapa orang lain, maka mulailah dengan menghargai dan menyapa orang lain terlebih dahulu. Jangan menggantungkan harapan kepada manusia, tetapi gantungkanlah harapan kepada Allah SWT,”ujarnya.
Selain memberikan motivasi keagamaan, Dandim juga mendorong para warga binaan untuk terus belajar, memperkuat ibadah dan membangun karakter positif. Ia berharap setelah selesai menjalani masa pembinaan, mereka dapat kembali ke keluarga sebagai pribadi yang lebih baik serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan keagamaan di Lapas, Dandim 1615/Lotim kemudian menyerahkan secara simbolis 100 buah Al-Qur’an dan 74 buah Iqra’ kepada perwakilan warga binaan Lapas Kelas IIB Selong.
Kegiatan silaturahmi dan pembinaan tersebut berakhir pada pukul 17.25 Wita dalam keadaan aman dan lancar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial Kodim 1615/Lotim melalui pendekatan sosial dan keagamaan, sekaligus mendorong warga binaan untuk memanfaatkan masa pembinaan sebagai momentum memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke Masyarakat,”tandasnya.
(Orik / 002)






