Home / Berita TNI / Akselerasi Infrastruktur Pasca Banjir, Prajurit Yonzipur 17/Ad Dan Babinsa Dewantara Genjot Pembangunan Jembatan Aramco

Akselerasi Infrastruktur Pasca Banjir, Prajurit Yonzipur 17/Ad Dan Babinsa Dewantara Genjot Pembangunan Jembatan Aramco

TSN || Aceh Utara – Komitmen TNI dalam memulihkan konektivitas antar-desa di wilayah terdampak banjir Aceh Utara terus menunjukkan hasil nyata. Pada Kamis (26/2/2026), deru mesin dan semangat gotong royong mewarnai perbatasan Desa Bluka Teubai dan Desa Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara. Di titik ini, personel gabungan TNI sedang berjibaku membangun kembali Jembatan Aramco yang menjadi urat nadi penghubung Dusun Cot Kuthang dengan Dusun Ujong Krueng yang sebelumnya terputus total akibat terjangan banjir.

Operasi teknis di lapangan ini dipimpin langsung oleh Letda Czi Amir dengan mengerahkan 12 personel ahli konstruksi dari Yonzipur 17/AD. Tak sendirian, tim “Bala Yudha Dharma” ini didampingi oleh sosok familiar bagi warga setempat, yakni Babinsa Koramil 03/Dewantara, Serka Joko Susilo. Kehadiran kolaborasi ini memastikan pengerjaan tidak hanya cepat secara teknis, tetapi juga tepat sasaran sesuai kebutuhan sosiologis masyarakat di kedua desa tersebut.

Hingga saat ini, para prajurit telah menyelesaikan tahapan krusial berupa Pengecoran Slop Atas. Tahap ini sangat menentukan kekuatan struktur jembatan dalam menahan beban kendaraan nantinya. Berkat kedisiplinan dan kerja keras di bawah terik matahari, progres pengerjaan kini telah menembus angka 60%. Pemandangan jembatan yang mulai terbentuk ini menjadi suntikan semangat bagi warga yang selama ini harus memutar jauh akibat akses yang terputus.

Personel akan difokuskan pada dua sektor utama, yakni pemerataan tanah di area oprit jembatan serta perakitan besi lantai Wayer Mes. guna memastikan jembatan Aramco ini memiliki standar keamanan tinggi bagi pengguna jalan.

Salah seorang warga Dusun Ujong Krueng yang memantau pengerjaan mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami bangga melihat Pak Tentara bekerja tanpa kenal lelah. Jembatan ini sangat penting bagi anak-anak sekolah dan warga yang mau ke pasar. Kalau tidak ada bantuan dari Yonzipur dan Koramil, mungkin kami masih terisolasi sekarang,” ujarnya penuh haru.

( R— TSN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *